Tampilkan postingan dengan label Hidup Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidup Sehat. Tampilkan semua postingan

Tips Mengatasi Sariawan Secara Alami

Mengalami sariawan yang merupakan penyakit rongga mulut yang paling sering dialami orang memang tidak terasa nyaman. Menghilangkan nafsu makan serta menurunkan semangat untuk melakukan berbagai kegiatan terjadwal. Jangan biarkan sariawan menerka anda terlalu jauh, kita bisa mengatasi sariawan dengan cara sehat dan sederhana. Sariawan merupakan penyakit yang biasa menyerang bibir, gusi, atau lidah.


10 Cara Alami Mengobati Penyakit Sariawan
Itu menyebabkan si penderita mengalami sakit jika memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Biasanya kalau dibiarkan saja, sariawan tidaklah menjadi parah. Prediksi untuk sembuh sekitar 7 sampai 10 hari. Tapi apakah anda tahan untuk menahan sakit yang bergejolak selama itu? Ini ada 10 cara sederhana mengatasi sariawan dengan mudah agar cepat sembuh dari penderitaan yang melanda


1. Daun Kemangi dan Kunyit
Mengunyah 4-5 lembar daun kemangi dan air minum. Cara ini efektif untuk meredakan nyeri sariawan dan segera menyembuhkan. Bisa juga mengoleskan ramuan pasta yang terbuat dari tumbukan kunyit dicampur dengan satu sendok teh gliserin. Oleskan pasta ini dibagian luka.

2. Jambu Air
Ambil kulit batang jambu air 10 gr (Kulit batang yang masih muda), cuci dan tumbuk halus tambah 1/2 gelas air matang, saring. Gunakan air saringan tersebut untuk kumur.

3. Herbal Air Kelapa
Ambil air kelapa, jika ada air kelapa hijau. Gunakan untuk kumur dan bisa juga ditelan.

4. Kopi Bubuk
Ambil sedikit bubuk kopi kemudian oleskan pada bagian yang sariawan, biarkan beberapa menit, kemudian kumurlah dengan air bersih. Hingga sembuh. Insaalah akan sembuh kira-kira 2 – 3 hari.

5. Air Garam
Berkumur dengan air hangat yang dicampur garam tiga kali sehari dapat menyembuhkan luka sariawan dengan cepat. Kandungan garam dapat menarik cairan pada luka sariawan sehingga dapat mempercepat penyembuhan.

6. Minum yogurt
Yogurt membantu keseimbangan bakteri di mulut dan tubuh. Hal ini akan mempercepat penyembuhan dan membantu mencegah sariawan. Untuk merasakan hasilnya, pastikan yogurt mengandung acidophilus hidup.

7. Bawang dan Pepaya
Menerapkan langsung obat ke luka sariawan juga dapat mempercepat proses penyembuhan. Gunakan bawang mentah, pepaya atau kantong teh langsung pada luka sariawan.

8. Baking Soda
Campur baking soda dengan air yang dijadikan obat kumur atau pasta untuk melapisi luka sariawan. Baking soda akan membantu menghilangkan bakteri di dalam mulut dan mengurangi rasa sakit.

9. Minum Vitamin
Studi menunjukkan sariawan lebih sering terjadi pada orang yang kurang vitamin B. Vitamin C, zat besi dan asam folat juga berperan dalam mencegah dan penyembuhan sariawan.

10. Tomat
Makan tomat mentah merupakan obat untuk mengatasi sariawan. Atau bisa juga, kumur menggunakan jus tomat.

Selamat mencoba gan, saya juga paling sering terkena Sariawan..
Baca Lanjutanya Disini Gan »»  

Sekilas Tentang Penyakit Kaki Gajah

 
 
Penyakit kaki gajah atau dalam bahasa kedokteran disebut sebagai Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit kaki gajahnini bersifat kronis (menahun) dan bila tidak diobati atau ditangani dengan benar bisa mengakibatkan cacat permanen beruba pembesaran kaki, lengan, serta alat kelamin. Penyakit kaki gajah bisa menyerang siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Seseorang bisa tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif, yaitu nyamuk yang mengandung lava stadium III (L3). Nyamuk tersebut mendapat cacing filaria sewaktu menghisap darah penderita penyakit kaki gajah.
 
GEJALA PENYAKIT KAKI GAJAH:
 
Demam berulang - ulang selama 3 - 5 hari. Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat
Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) di daerah lipatan paha dan ketiak yang tampak kemerahan, panas, serta sakit
Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan ke arah ujung 
Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah.
Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas.
 
MENCEGAH PENYAKIT KAKI GAJAH
 
Untuk mencegah penyakit kaki gajah ini kita bisa melakukan tindakan membersihkan sarang nyamuk serta berusaha menghindari  gigitan nyamuk vektor. Ini bisa dilakukan dengan cara menggunakan kelambu, memakai obat nyamuk, menutup  ventilasi dengan kasa nyamuk serta melakukan pemberantasan nyamuk. Selain itu, hal terpenting yang harus dilakukan adalah dengan cara case finding, mencari penderita penyakit kaki gajah kemudian mengobatinya sampai sembuh. Ini harus dilakukan karena parasit penyakit kaki gajah berkembang biak di tubuh manusia, bukan  dalam tubuh nyamuk. 
 
MENGOBATI PENYAKIT AKKI GAJAH
 
Bila kita tinggal di daerah endemi penyakit kaki gajah, kita bisa mengkonsumsi obat Diethyl Carbamazine Citrate yang dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5 - 10 tahun
 
Sumber : http://carapedia.com/
Baca Lanjutanya Disini Gan »»  

Beberapa Jenis Tumbuhan Herbal Sebagai Obat Maag

maag.jpeg( Dari berbagai sumber )Sekilas tentang Maag :Banyak sebab atau tanda untuk mengatakan orang terkena maag. Salah satunya adalah radang lambung ( Gastritis ). Radang lambung lebih dikenal dengan sebutan penyakit maag. Pada penderita radang lambung atau maag dijumpai adanya suatu iritasi atau infeksi atau peradangan pada dinding mukosa lambung sehingga dinding lambung menjadi merah, bengkak, berdarah dan berparut atau luka. Selain luka pada dinding lambung, juga luka pada usus 12 jari.
Radang lambung dapat menyerang setiap orang dengan segala usia. Radang lambung dapat menimbulkan pendarahan (hemorrhagic gastritis) sehingga banyak darah yang keluar dan berkumpul di lambung, penderita akan muntah yang mengandung darah yang berwarna cokelat seperti kopi.
Pada penderita radang lambung akut, sering mengeluhkan adanya suatu gejala dengan perasaan lambung tak enak, kram perut, indigesti, nafsu makan berkurang, mual dan muntah. Gejala-gejala tersebut akan berlangsung dalam beberapa jam hingga beberapa hari.
Sedangkan pada penderita radang lambung kronis mempunyai gejala yang sama atau rasa tak nyaman yang ringan. Sering kali gejala tersebut menjadi samar-samar, seperti tidak toleran terhadap makanan berlemak atau pedas. Bahkan bisa saja bila terjadi serangan ringan akan dapat diatasi dengan makan.
Lambung memiliki sel-sel yang memproduksi asam lambung (hydrochloric acid) dan pepsin (hormon pencernaan). Sejalan dengan gerakan lambung, zat-zat ini ikut menghancurkan dan menyiapkan makanan untuk dapat dicerna ke dalam tahap selanjutnya.
Secara umum radang lambung dapat disebabkan oleh beberapa factor, di antaranya :
• Adanya stres dan tekanan emosional yang berlebihan pada seseorang
• Adanya asam lambung dan pepsin yang berlebihan
• Mukosa (selaput lendir) lambung tak tahan terhadap asam lambung dan pepsin yang berlebihan karena menurunnya kemampuan fungsi mukosa lambung tersebut.
• Waktu makan yang tak teratur, sering terlambat makan, atau sering makan berlebihan
• Terlalu banyak makanan yang pedas, asam, minuman beralkohol, obat-obatan tertentu dengan dosis tinggi.
• Infeksi bakteri/virus terutama Helicobacter pylori, anemia, penyakit ginjal, diabetes, serta substansi-substansi yang mengiritasi seperti obat-obatan, alkohol, rokok dan sebagainya.
• Obat-obatan seperti, aspirin dan golongan AntiInflamasi Non Steroid (AINS) yang biasanya dikonsumsi untuk menghilangkan rasa sakit/nyeri dan rematik/radang persendian. Aspirin dapat menurunkan substansi pelindung dalam lambung yaitu prostaglandin. Obat-obat ini tidak berbahaya jika dikonsumsi dalam jangka waktu pendek.
• Bahan korosif (asam dan basa kuat).
• Alkohol dan bahan kimia lainnya dapat mengakibatkan peradangan dan perlukaan pada lambung.
• Mengonsumsi alkohol yang sekali-sekali tidak menimbulkan kerusakan lambung, tapi dapat meningkatkan sekresi asam lambung.
Gejala
Secara umum penyakit radang lambung mempunyai beberapa gejala yaitu :
• Mual dan sering muntah
• Perut terasa nyeri, pedih (kembung dan sesak) pada bagian atas perut (ulu hati).
• Nafsu makan menurun secara drastis, wajah pucat, suhu badan naik, keluar keringat dingin.
• Sering sendawa terutama bila dalam keadaan lapar
• Sulit untuk tidur karena gangguan rasa sakit pada daerah perut)
• Kepala terasa pusing.
• Pada radang lambung dapat terjadi pendarahan.
• Juga perdarahan pada saluran cerna berupa muntah darah (Hematemesis) dan buang air besar dengan darah (melena) atau bisa tanpa adanya keluhan.
Bagaimana cara menghindari agar sakit maag tidak datang? Berikut sejumlah tips yang dapat dilakukan :
• Hindari stres dan bekerja terlalu berat
• Konsumsi makanan yang ringan dan lunak. Jangan sampai terlambat makan dan hindari makan berlebihan
• Hindari makan yang pedas, asam, keras dan lain-lain yang dapat mempengaruhi radang lambung seperti alkohol, kopi, mie, ketan, kangkung, kol, daun singkong, seledri, durian, nanas, nangka, salak, pisang ambon, sofdrink (minuman yang banyak mengandung gas), dan lain-lain.
• Usahakan buang air besar secara teratur
• Kurangi makanan yang bisa membentuk gas sehingga mengakibatkan perut kembung, seperti ubi dan nangka.
• Olah raga teratur.
• Konsumsi makanan seimbang dan kaya serat.
• Banyak minum air putih.
• Hindari merokok, dan kafein.
• Menerapkan pola makan dan tidur yang teratur.
• Jika memungkinkan, hindari pemakaian obat-obatan yang dapat mengiritasi lambung.
Pengobatan setelah menderita sakit maag.
Penanganan Gastritis yang utama adalah dengan menghilangkan penyebabnya. Misalnya, untuk beberapa tipe gastritis, mengurangi asam lambung dengan mengonsumsi obat akan sangat membantu. Antibiotik untuk infeksi. Jika disebabkan oleh alkohol, AINS dan aspirin, maka konsumsinya harus dikurangi hingga dihentikan.
Selain itu, langkah-langkah yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
1. Munggunakan obat-obatan yang ditujukan untuk mengatur sekresi asam lambung, berupa Antagonis reseptor H2 (ranitidine, cimetidine), inhibitor pompa proton (omeprazole), antikolinergik, antasida, sukralfat dan prostaglandin.
2. Sebagai langkah awal dengan mengkonsumsi makanan lunak dalam porsi yang kecil-kecil, berhenti mengonsumsi makanan yang pedas dan asam, dan berhenti merokok serta minuman beralkohol. Jika memang diperlukan, kita dapat meminum antasida sekitar setengah jam sebelum makan atau sewaktu makan. Namun bila keluhan pada ulu hati tetap terjadi, secepatnya harus diperiksakan lebih lanjut ke dokter.
3. Intervensi dini terhadap sakit maag yaitu dengan mengonsumsi obat yang bisa menetralkan atau menghambat produksi yang berlebihan dari asam lambung (jenis antasid). Bisa juga diberikan obat yang memperbaiki motilitas lambung. Apabila setelah dua minggu obat yang diberikan tidak bermanfaat, biasanya dokter akan memeriksa dengan peralatan khusus.
4. Obat maag yang diberikan dokter memang bukan untuk menyembuhkan sakit maag, tetapi untuk menetralkan asam lambung yang berlebihan. Jadi hanya untuk meringankan gejala saja. Pendapat yang mengatakan obat maag tidak dapat menyembuhkan sakit maag sebetulnya ada benarnya juga.
5. Yang dapat menyembuhkan sakit maag adalah jika dapat mengatur agar produksi asam lambung terkontrol kembali sehingga tidak berlebihan, yaitu dengan menghilangkan stres dan makan dengan teratur. Jika sudah dapat mengendalikan produksi asam lambung, Insya Allah tidak akan lagi memerlukan obat-obat maag. Tetapi selama dalam proses penyembuhan, tetaplah makan obat seperti yang disarankan dokter.
6. Hindari makanan yang sulit dan susah dicerna pada saat-saat pertama serangan maag, berikan istirahat pada lambung dan pilihan utama minumlah liguid saja. Seperti air dan susu kemudian tambahkan dengan makanan lunak perlahan-lahan seperti sereal, pisang, nasi, kentang dan roti serta hindari makanan yang pedas dan asam.
7. Sementara itu, untuk meredakan rasa sakit akibat penyakit ini, penderita bisa mengonsumsi obat sakit maag yang biasanya mengandung antasida. Obat ini berguna untuk menetralisir asam lambung.
8. Minum obat/ramuan secara teratur.
Mengendalikan maag dengan tumbuhan
Kecuali obat-obatan menurut resep dokter, tumbuhan obat di bawah ini dapat digunakan untuk mengatasi radang lambung. Antara lain ditujukan untuk mengurangi peradangan dan infeksi, memperkuat dinding mukosa lambung, dan mengurangi kepekaan dinding lambung, memperbaiki fungsi kelenjar-kelenjar lambung dan pencernaan secara umum.
Tumbuhan tersebut antara lain :
1. Adas ( buah )
2. Akar Manis ( akar )
3. Daruju ( akar )
4. Jaringao ( rimpang )
5. Kelembak ( akar )
6. Komfrei ( daun )
7. Kunci Pepet ( rimpang )
8. Kunyit ( rimpang )
9. Lidah Buaya ( daun )
10. Pisang Batu ( buah )
11. Pulutan ( akar )
12. Putri Malu ( seluruh bagian tanaman )
13. Sambilata ( daun )
14. Sereh ( seluruh bagian tanaman )
15. Temu Lawak ( rimpang )
Cara pemakaian :
1. Adas ( Foeniculum vulgare L )
Buah Adas 2 gram, Rimpang Lengkuas segar 3 gram, Kedawung yang telah disangrai 7 biji, Rimpang Jaringao sedikit, Air 110 ml, Dibuat infuse dan kemudian diminum. Dewasa 2 kali sehari, pagi dan sore, sekali minum 100 ml. Pemberian kepada anak-anak tergantung dari umur, yaitu 1/4 sampai 1/2 takaran dewasa. Diulang selama 3 hari, bila belum sembuh segera dibawa ke dokter.
2. Akar Manis ( Glycyrrhiza glabra L.
Akar Manis 3 gram, Rimpang Kunyit 4 gram, Air 130 ml, Dibuat infus atau diseduh. Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Tiap kali minum 100 ml. Diulang selama 14 hari. Bagi penderita yang tidak tahan panasnya kunyit, ramuan dapat ditambah air hingga encer, diendapkan dahulu kemudian diminum.
Peringatan
Takaran yang terlalu banyak dan pemakaian terlalu lama dapat mengakibatkan hipoklamia.
3. Daruju ( Acanthus ilicifolium L. )
Akar Daruju 7 gram, Rimpang Temu Lawak segar 7 gram, Herba Meniran 7 gram, Air 130 ml, Dibuat infus. Diminum 1 kali sehari 100 ml. Diulang selama 14 hari.
4. Jaringao ( Acorus calamus L. )
Rimpang Jaringao I gram, Rimpang Jahe 5 gram, Air 110 ml, Dibuat infus atau diseduh. Diminum 1 kali sehari 100 ml. Diulang selama 4 hari.
5. Kelembak ( Rheum rhabarbarum L. )
Akar Kelembak (serbuk) 1 sendok teh, Kayu Ules 2 butir, Biji Kedawung (sangrai) 5 butir, Herba Meniran 3 pohon, Herba Pegagan 1 genggam, Air 230 ml, Dibuat inks atau diseduh. Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml. Diulang selama 4 hari.
ATAU Serbuk Kelembak I sendok makan, Sebuk Bidara Laut 1/2 sendok makan, Biji Ketumbar 3 sendok makan, Daun Saga 250 gram, Daun Asam 250 gram, Rimpang Kunyit 250 gram, Herba Pegagan 250 gram, Semua bahan diserbuk halus lalu dicampur hingga rata, ramuan diseduh dengan air 100 ml. Diminum I kali sehari I sendok makan. Diulang selama 14 han.
6. Komfrei ( Symphytum officinale L. )
Daun Konfrei segar 5 gram, Rimpang Kunyit segar 9 gram, Air secukupnya, Dipipis. Diminum 1 kali sehari 1 cangkir. Diulang selama 14 hari.
7. Kunci Pepet/Temu Kunci ( Kaempferia angustifolia Roscoe. )
Temu kunci 7 rimpang, Air mendidih secukupnya, Rimpang Temu kunci dipotong tipis-tipis kemudian diseduh dengan air mendidih. Diminum seperti minum teh untuk keperluan 1 hari. Diulang selama 14 hari.
Catatan
Dipasaran sering dikacaukan antara Kunci pepet (Kaeinpferia angustifolia) dan Temu putri (Kaemferia rotunda).
8. Kunyit ( Curcuma domestica Val. )
25 gram kunyit segar + 20 gram kencur + 5 butir cengkeh direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, airnya disaring, diminum hangat-hangat, 2 kali sehari.
9. Lidah Buaya ( Aloe Vera Linn )
75 gram daun lidah buaya dikupas kulitnya + 10 gram adas + 5 butir bunga lawang direbus dengan 500 cc air tersisa 200 cc, airnya disaring + 1 sdm madu, diminum hangat-hangat 2 kali sehari.
10. Pisang Batu ( Musa brachycarpa Back )
Pisang Batu masak 3 buah, Pisang Batu mentah beserta kulitnya I buah, Buah Pace 1 buah, Air sedikit, Pisang Batu mentah dan buah Pace diparut, kemudian diremas bersama Pisang batu masak dengan bantuan air, kemudian disaring. Diminurn 1 kali sehari 1 ramuan. Diulang selama 14 hari.
11. Pulutan ( Urena lobata L. )
Akar Pulutan 2 jari tangan, Tepung Garut 1 sendok makan, Air 2 gelas, Dibuat infus. Diminum sebagai pengganti minum air teh.
12. Putri Malu ( Mimosa pudica L. )
Herba Putri Malu segar 15 gram, Rimpang Temu Lawak 7 keping, Rimpang Kunyit 1 jari tangan, Air 120ml, Dibuat infus. Diminum 1 kali sehari 100 ml. Diulang selama 14 hari.
Peringatan
Tidak dianjurkan untuk ibu hamil.
13. Sambilata ( Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees. )
Daun Sambilata 17 helai, Air secukupnya, Cara pernbuatan, Dipipis atau diseduh. Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir. Apabila ramuan dibuat seduhan maka diminum 1 kali sehari 100 ml.
Diulang selama 7 hari. Ampas dioleskan pada tempat yang sakit.
14. Sereh ( Cymbopogon nardus (L.) Reandle. )
3 batang sereh + 15 butir ketumbar + lengkuas direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, airnya disaring, minum hangat-hangat 2 kali sehari.
15. Temu Lawak ( Curcuma xanthorrhiza Roxb. )
30 gram temu lawak segar + 10 gram kulit jeruk mandarin kering + 5 butir kapulaga direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, airnya disaring, diminum hangat-hangat 2 kali sehari.
Catatan:
Anda dapat menggunakan salah satu cara tradisional di atas. Lakukan secara teratur. Dalam melakukan perebusan gunakan panci emael atau periuk tanah.
Sumber :http://benyaliwibowo.wordpress.com/2008/03/10/tumbuhan-pelawan-maag/
Baca Lanjutanya Disini Gan »»  

JANGAN ABAIKAN RADANG TENGGOROKAN


Radang tenggorokan atau pharyngitis, adalah suatu penyakit radang yang menyerang batang tenggorok. Penyakit yang kerap disebut radang tenggorok itu ditandai adanya penebalan/ pembengkakan dinding tenggorokan, berwarna kemerahan, ada bintik-bintik putih, disertai adanya rasa sakit menelan.
Radang tenggorok bisa disebabkan infeksi virus atau kuman, disertai daya tahan tubuh yang lemah. Pengobatan dengan antibiotika hanya efektif pada radang yang disebabkan oleh kuman.
Untuk kasus radang tenggorok yang ringan, terkadang makan makanan yang sehat seperti sayur-sayuran dengan buah-buahan yang kaya vitamin bisa menolong meredakan radang. Gejala radang tenggorok acapkali merupakan pratanda penyakit flu atau pilek.
Radang Tenggorok / Pharyngitis, ada dua macam, yakni :  akut dan kronis
1. PHARYNGITIS AKUT.
Radang tenggorok yang masih baru, dengan gejala nyeri tenggorok dan kadang disertai demam dan batuk.
2. PHARYNGITIS KRONIS.
Radang tenggorok yang sudah berlangsung dalam waktu yang lama, biasanya      tidak disertai nyeri menelan, cuma terasa ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan.
Penyebab Radang Tenggorokan
1.  Virus, 80 % sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, dapat menyebabkan demam
2.  Batuk dan pilek/lendir (ingus) dapat membuat tenggorokan teriritasi.
3.  Virus coxsackie (hand, foot, and mouth disease).
4.  Alergi juga dapat menyebabkan iritasi tenggorokan ringan yang bersifat kronis (menetap).
5.  Bakteri streptokokus.
Dapat diketahui dengan kultur tenggorok. Tes ini umumnya dilakukan di laboratorium menggunakan hasil usap tenggorok pasien. Dan, adanya gejala klasik dari kuman streptokokus seperti nyeri hebat saat menelan, terlihat bintik-bintik putih, muntah – muntah, bernanah pada kelenjar amandelnya, disertai pembesaran kelenjar amandel.
6.  Difteri
7.  Merokok.

 Gejala Radang Tenggorokan
Baik pada infeksi virus maupun bakteri, gejalanya sama yaitu nyeri tenggorokan dan nyeri menelan. Selaput lendir yang melapisi tenggorokkan yang mengalami peradangan berat atau ringan, akan tertutup selaput yang berwarna keputihan atau mengeluarkan nanah.
Gejala Lain
- demam
- pembesaran kelenjar getah bening di leher
- peningkatan jumlah sel darah putih.
Gejala tersebut bisa ditemukan pada infeksi karena virus maupun bakteri, tetapi lebih merupakan gejala khas untuk infeksi karena bakteri.

Mengidentifikasi Penyebab Radang Tenggorokan
Pada kasus ringan karena infeksi virus tidak harus ke dokter karena cukup diberi obat penghilang rasa sakit atau demam. Pada kasus tertentu yang bukan disebabkan karena virus mungkin perlu dilakukan pemeriksaan dokter.
Sebelum memberi pengobatan, sangat penting bagi para dokter untuk mencari penyebab radang tenggorokan guna menegakkan diagnosa yang benar dengan tujuan mencegah pemberian antibiotik yang tidak tepat bagi sebagian besar penderita radang tenggorokan karena dapat menimbulkan organisme yang resisten terhadap antibiotik.
Infeksi Tenggorokan Tidak Harus Terapi Antibiotika
Untuk infeksi tenggorokan adanya demam tinggi, ingus / lendir yang berwarna hijau atau kuning merupakan gejala dari perjalanan infeksi virus, sebagian besar dokter seringkali memberikan terapi antibiotika. Padahal kondisi tersebut bukan merupakan indikasi pemberian antibiotika. Kecuali kasus dengan demam tinggi, pada saat hari ke 3-5 bisa dipertimbangkan pemberian antibiotika.
Sebelum melakukan pengobatan – meresepkan obat, sangat penting kita mengetahui penyebab radang tenggorokan guna mencegah pemberian antibiotik yang tidak tepat –yang seringkali terjadi pada kasus radang tenggorokan, karena dapat menimbulkan kuman yang resisten terhadap antibiotik.
Untuk mengetahui penyebab radang tenggorokan harus dilakukan pemeriksaan cermat pada tenggorokan dan kelenjar getah bening di leher. Selanjutnya, dengan test usap tenggorok untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri. Pemeriksaan lab ini perlu dilakukan jika ada dugaan diagnosis radang tenggorokan yang disebabkan bakteri streptokokus berdasarkan temuan klinis dan epidemiologis, dan pasien belum mengkonsumsi antibiotik.

Selain itu, juga perlu dilakukan pemeriksaan sensitivitas terhadap antibiotik pada pasien yang alergi terhadap penisilin karena adanya bakteri streptokokus yang resisten terhadap erytromisin.
Jangan sampai si penderita meminum obat antibiotik sebelum dia mengetahui seberapa imun tubuhnya dan juga harus memeriksakan radang tenggorokan yang dideritanya ke dokter untuk mengetahui berat-ringannya penyakit. Bila radang tenggorokan disebabkan oleh alergi, si penderita sebaiknya selalu menjaga tubuh tetap prima jangan asal minum-minuman dan makan-makanan yang membuat tenggorokan sakit.
Sebagian besar kasus, keluhan ini akan mereda dengan sendirinya. Untuk membantu meringankan rasa sakit, dokter biasanya memberikan obat yang bersifat pain reliever. Misalnya asetaminofen (parasetamol) atau ibuprofen yang dapat membantu mengatasi rasa sakit dan demam. Berkumur dengan air garam hangat juga bisa membantu. Bisa juga dengan obat kumur anestetik atauanesthetic throat gargle.
FDA (Food Drug Adm) lembaga pengawasan makanan & obat AS, memberikan catatan, bahwa obat kumur Chlorhexidine Gluconate (CG) hasil uji klinis memiliki aktivitas antimikrobial untuk pembilasan oral / mulut.  Hasilnya, dari sampel microbial plaque yang diteliti, telah memperlihatkan pengurangan jumlah bakteri secara umum –baik aerob maupun anaerob, berkisar 54-97% selama penggunaan CG.
Selain itu, penggunaan CG sebagai pembilas oral selama 6 bulan – tidak menunjukan adanya perubahan yang nyata di dalam resistensi bakteri, pertumbuhan berlebihan dari organisme  berpotensi opurtunis atau lain perubahan  di dalam ekosistem microbial oral. Dan, tiga bulan pasca penggunaan CG dihentikan. Banyak bakteri di dalam plaque yang kembali ke tingkat base line – bakteri plaque tidak resistens. Oleh karena itu, CG bisa dipergunakan sebagai alternatif meredakan radang tenggorokan maupun sariawan.

Komplikasi Jangan Diremehkan.
Nyeri tenggorokan kerapkali diabaikan, karena pada umumnya ringan. Padahal pada sebagian kasus, sekitar 10 -20% jika dibiarkan berlarut-larut, radang ini bisa memicu munculnya penyakit lain. Hampir semua orang pernah mengalami nyeri tenggorokan. Namun, tidak banyak yang memeriksakan ke dokter sebelum nyeri tenggorokannya menjadi parah. Bahkan, biasanya penderita baru pergi ke dokter saat radang parah — nyaris tidak sanggup lagi menelan makanan.
Radang tenggorokan sebenarnya bukanlah nama penyakit, tetapi hanya gejala dari berbagai penyakit yang muncul. Dalam terminologi kesehatan, radang tenggorokan biasa disebut dengan sore throat atau Pharyngitis. Keluhan yang muncul bervariasi, dari sekadar rasa gatal di tenggorokan sampai nyeri berat sehingga menelan ludah pun terasa menyakitkan. Tidak sampai di situ saja, stres dan kerja berlebihan dapat memperlemah sistem pertahanan tubuh dan memicu infeksi tenggorokan. Penyebab radang tenggorokan ada bermacam-macam – al : infeksi virus, infeksi bakteri, alergi dan iritasi.
Pharyngitis karena virus dan bakteri dapat ditularkan melalui ludah, yang menyebar saat batuk (drooplet infection), atau melalui tangan atau barang pribadi penderita yang terkontaminasi. Rata-rata masa inkubasi radang tenggorok antara dua hingga lima hari. Namun bila disebabkan virus, masa inkubasinya berkisar antara tiga hari hingga dua minggu. Infeksi yang disebabkan virus influenza bersifat menular dan sangat mudah tersebar. Pada kondisi ini, peradangan berlangsung sekitar tiga sampai sepuluh hari. Umumnya, peradangan terasa lebih berat pada pagi hari dan akan membaik seiring berjalannya hari.
Biasanya disertai rasa lemas, menurunnya nafsu makan, demam, dan batuk. Sakit tenggorokan juga ditemukan pada infeksi virus lainnya seperti bisul dan campak. Tubuh memerlukan satu minggu untuk membangun antibodi untuk menghancurkan virus-virus tersebut. Infeksi Mononucleosis, atau yang umumnya disebut Mono disebabkan Virus Epstein Barr, dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh.Virus ini memengaruhi sistem limpa sehingga menyebabkan pembesaran pada amandel dan muncul bercak putih pada permukaannya. Selain itu, juga terjadi pembengkakan pada pembuluh di leher.
Infeksi seperti ini biasanya menimbulkan sakit tenggorokan yang parah, sehingga membuat si penderita kesulitan bernapas. Virus ini juga menyebabkan kelelahan luar biasa yang dapat berlangsung lebih dari enam minggu. Terkadang virus ini juga menyerang hati dan menyebabkan sakit kuning. Walaupun Mono diberi nama panggilan Kissing Disease, ia tidak hanya bisa ditularkan melalui ludah. Penularan juga dapat terjadi dari mulut ke tangan, kemudian dari tangan ke mulut atau dari penggunaan handuk atau alat-alat makan bersama.
Untuk bakteri, yang paling umum dan paling serius dalam hal komplikasi adalah grup A betahemolitis streptococcus. Bakteri ini menyebabkan penyakit strep throat dan diasosiasikan dengan kerusakan klep di jantung (demam rematik) dan ginjal (nephritis), tonsillitis, radang paru, sinusitis, dan infeksi telinga. Penyebab sakit tenggorokan yang lain adalah laryngo-pharyngeal reflux (LPR).  Pada penderita alergi biasanya mengalami sakit di tenggorokan pada pagi hari saat asam lambung naik ke atas dan masuk bagian belakang tenggorokan. Pada tenggorokan terasa ada benjolan dan berasa asam. Penderita sering mengeluarkan dahak untuk membersihkan tenggorokan.
Oleh karena itu, alangkah bijaknya kita –pasien maupun dokter, untuk tidak mengabaikan /  membiarkan nyeri radang tenggorokan menjadi parah hingga menyebabkan komplikasi.
Sumber: http://poliklinik.ipdn.ac.id/home/artikel-kesehatan/janganabaikanradangtenggorokan
Baca Lanjutanya Disini Gan »»  

Makanan Pantangan Untuk Berbagai Jenis Penyakit

 


 
1. Amandel: Cabe, Asam, Makanan Berminyak, Es
2. Anaemia: Air Kelapa, Minuman Bersoda
3. Ambeien: Cabe, Kopi, Alkoho, Ketan Hitam, Singkong, Buah Nangka
4. Asthma: Singkong, Tape, Air, Es, Makanan Berminyak
5. Alergi Kulit: Terasi, Ikan Asin, Makanan/Minuman Berpengawet, Ayam Potong
6. AIDS/HIV: Alkohol, Udang, Kopi, Kecap Asin/Manis, Buah Durian, Roti Bakar, Daging Kambing, Ikan Bakar, Kerupuk Udang, Ayam Potong
7. Asam Urat: Santan Belinjo, Cumi, Udang, Kepiting, Kerang, Daging Sapi dan Kambing, Kacang Tanah, Bayam (Pantangan Umum)
8. Batu Ginjal, Infeksi Ginjal :Cabe, Alkohol, Kopi, Teh, Makanan/Minuman Berpengawet, Soda
9. Batu Empedu: Minuman Soda, Alkohol, Kopi, Makanan Berlemak, dan Cabe
10.Bronchitis dan Menghilangkan Bau Mulut: Air Es, Kopi, Cabe, Tape, Rokok, Durian, Nangka, Pisang Mauli, Jeruk Nipis
11. Batuk, Flu, Radang Tenggorokan: Air Es, Cokelat, Makanan Berminyak
12. Diabetes: Semangka, Nangka, Kopi, Minuman Soda, Cabe
13. Demam Berdarah, Malaria Tropika, dan Demam:Makanan/Minuman Manis, Sea Food, Duku, Langsat, Semangka 14. Diare, Muntaber: Cabe, Semangka, Santan, Nangka, Air Es
15. TBC Paru-paru/Flek Paru-paru: Jeruk Nipis, Pisang Mauli, Cabe, Durian, Jeruk Purut, Minuman Soda, Air Es, Singkong, Tape, Rokok, dan Pantangan Umum
16. Flek Hitam di Wajah, Jerawat: Cokelat, Terasi, Rokok, Kacang Tanah, Obat-obatan Kimia
17. Hipertensi: Garam, Kopi, Daging, Jeroan, Ayam Potong, Telur Asin, Empin
18. Hernia: Cabe, Kopi, Alkohol, dan Pantangan Umum
19. Infeksi Saluran Kencing, Kelamin: Cabe, Tape, Kopi, Udang, Terasi, Nangka, Sea Food
20. Infeksi, Radang Telinga: Cabe, Tape, Kopi, Udang, Terasi, Nangka, Sea Food
21. Infeksi, Radang Hati (Lever/SGOT): Daging (Sapi & Kambing), Alkohol, Margarin, Makanan Berlemak, Jeroan
22. Infeksi, Radang Pendarahan Seluruh Tubuh: Cabe, Kopi, Anggur, Alkohol Merica, Durian, Semangka
23. Impoten/Lemah Syahwat: Alkohol, Labu Putih
24. Jantung : Jantung Bocor : Rokok, Air Kelapa, Durian, Pisang Mauli, Alkohol, Daging Kambing, Obat Perangsang, Kepiting
25.Jantung Koroner & Penyempitan Pembuluh Darah:Tape, Singkong, Tape Ketan, Durian, Alkohol - Kolesterol, Trygliceride, Kolesterol- Asam Urat: Makanan Berlemak, Daging, Santan, Kacang
26 Kanker Payudara: Daging Sapi & Kambing, Minuman Soda, Kopi, Petai, Terasi, Jengkol, Saos Tomat, Ikan Peda, Makanan/Minuman Berpengawet, Zat Pewarna
27. Kanker Rahim: Terasi, Kopi, Ayam Potong, Petai, Jengkol, Ikan Teri, Makanan/Minuman Berpengawet
28 Kanker Hati (Hepatitis B): Makanan Berlemak, Cabe, Kopi, Alkohol, Margarin Segala Jenis, Kacang Tanah, Daging (Babi, Sapi, Kambing)
29 Kanker Darah (Leukemia): Daging Sapi, Usus, Paru, Jantung Sapi, Kopi, Makanan/Minuman Berpengawet
30 Kanker Prostat (Kantong Kemih): Terasi, Kopi, Ayam Potong, Petai, Jengkol, Ikan Teri, Makanan/Minuman Berpengawet
  31 Lumpu Akibat Gangguan Tulang Belakang – Impoten/Lemah Syahwat, Kaki Mati Rasa: Terasi, Kopi, Ayam Potong, Petai, Jengkol Ikan Teri, Makanan/Minuman Berpengawet
32 Keputihan, Rapat Vagina, Pendarahan: Cabe, Terasi, Nanas Petai, Jengkol, Timun, Semangka
33 Katarak: Cabe, Bawang Putih (Pantangan Umum)
34 Maag, Sakit Perut, Infeksi Lambung: Cabe, Kopi, Santan, Sayur Nangka, Ketan, dan Pantangan Umum
35 Migrain, Pusing, Tengkuk Sakit, Penyempitan Syaraf Kepala: Daging (Sapi & Kambing), Ayam Potong, Minuman Soda, Mie Instan
36 Muntaber: Cabe, Tape, Semangka, Kopi, Santan, Susu, dan Pantangan Umum
37 Penyubur Kandungan: Cabe, Ikan Bakar, Roti Bakar (Semua Makanan yang dibakar), Tape, Nanas, Ayam Potong 
38 Penyempitan Indung Telur: Cabe, Ikan Bakar, Roti Bakar (Semua Makanan yang dibakar), Tape, Nanas, Ayam Potong 39Penyempitan Syaraf di Seluruh Tubuh, Syaraf Terjepit, Kram, dan Nyeri: Daging (Sapi & Kambing), Ayam Potong, Kopi, Makanan Berlemak, Durian, Minuman Bersoda, & Pantangan Umum
40 Penyempitan Pembuluh Darah di Otak & Pembekuan Darah di Otak: Daging (Sapi & Kambing), Ayam Potong, Kopi, Makanan Berlemak, Durian, Minuman Bersoda, & Pantangan Umum
41 Rheumatik, Radang Tulang, TBC Tulang, Kanker Tulang, Pengapuran Tulang:Makanan/Minuman Berpengawet, Air Kelapa, Ikan Teri, Tempe Gembos, Ikan Peda
42 Sakit Pingggang: Daging Sapi & Kambing, Belinjo, Soda, Air Kelapa
43 Sakit Tulang Belakang: Makanan/Minuman Berpengawet, Ikan Asin, dan Pantangan Umum Lainnya
44 Thypus: Cabe, Kopi, Nanas, Nasi Goreng, Margarin, Nangka, Air Es, Singkong, Ketan
45 Usus Buntu:Cabe, Kopi, Nanas, Nasi Goreng, Margarin, Nangka, Air Es, Pantangan Umum
46 Stroke Kiri: Daging, Mie Instan, Garam, Soda, Terasi, Petis, Siput Udang, Cumi-cumi, Telur Durian
47 Stroke Kanan: Daging, Mie Instan, Garam, Soda, Terasi, Petis, Siput Udang, Cumi-cumi, Telur Durian
48 Tumor: Sawi Manis

sumber: http://www.pusatkeladitikus.blogspot.com
Baca Lanjutanya Disini Gan »»